
--
Tempel, 24 Agustus 2026 — SMK Muhammadiyah 1 Tempel melaksanakan apel pagi pada Senin, 24 Agustus 2026. Apel diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan tertib dan khidmat. Bertindak sebagai pembina apel, Ibu Barokatus Aminah, S.Pd., menyampaikan amanat bertema “Keteladanan Nabi Muhammad SAW” dalam rangka menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam amanatnya, Ibu Barokatus Aminah mengingatkan bahwa Maulid Nabi yang diperingati pada 25 Agustus 2026 bukan sekadar momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, Maulid Nabi menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mengenal dan meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Menjadi generasi hebat tidak cukup hanya pintar, tetapi juga harus memiliki akhlak yang baik,” pesan Ibu Barokatus Aminah kepada para siswa.
Beliau kemudian menjelaskan empat sifat wajib Rasulullah, yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah, yang dapat menjadi bekal bagi siswa dalam membentuk karakter dan menghadapi kehidupan.
Sifat pertama adalah Shiddiq, yang berarti jujur. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang memiliki kejujuran sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Kejujuran tidak hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga dalam perbuatan dan sikap terhadap diri sendiri. Para siswa diingatkan untuk berani mengatakan sesuatu yang benar serta berani mengakui kesalahan.
Kejujuran menjadi dasar lahirnya kepercayaan. Karena itu, membiasakan diri berkata dan bertindak jujur merupakan langkah penting dalam membangun pribadi yang dapat dipercaya.
Sifat kedua adalah Amanah, yaitu dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Rasulullah SAW dikenal sebagai Al-Amin, sosok yang dapat dipercaya.
Ibu Barokatus Aminah mengajak siswa untuk belajar menjaga setiap kepercayaan yang diberikan, tidak menyia-nyiakannya, menyelesaikan kewajiban, serta konsisten terhadap tanggung jawab yang telah diberikan.
Menurutnya, sikap amanah dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun dalam pergaulan.
Sifat ketiga adalah Tabligh, yang berarti menyampaikan. Rasulullah SAW senantiasa menyampaikan kebenaran dan tidak menyembunyikan kebaikan.
Dalam kehidupan siswa, nilai tabligh dapat diterapkan melalui kemampuan berkomunikasi dengan baik dan bijaksana. Para siswa diingatkan untuk menjaga ucapan serta sikap ketika berinteraksi dengan orang lain.
Menyampaikan sesuatu yang benar bukan berarti boleh dilakukan dengan cara sembarangan. Kebenaran tetap perlu disampaikan dengan bahasa yang baik, santun, dan bijaksana agar dapat diterima serta dihargai oleh orang lain.
Sifat keempat adalah Fathonah, yang berarti cerdas. Namun, kecerdasan tidak hanya berkaitan dengan nilai akademik. Kecerdasan juga berarti kemauan untuk berpikir, terus belajar, dan mampu mencari solusi ketika menghadapi persoalan.
Di tengah perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, manusia tetap membutuhkan kemampuan untuk belajar dan menggunakan teknologi secara bijak. Karena itu, siswa diharapkan tidak cepat merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki, tetapi terus mengembangkan diri.
Keempat sifat Rasulullah tersebut kemudian dirangkum sebagai bekal penting bagi siswa: Shiddiq berarti jujur dan dapat dipercaya, Amanah berarti bertanggung jawab dan dapat diandalkan, Tabligh berarti mampu berkomunikasi dengan baik sehingga dapat dihargai, sedangkan Fathonah berarti cerdas dan terus belajar agar dapat berkembang.
Di akhir amanat, Ibu Barokatus Aminah menyampaikan pesan khusus kepada seluruh siswa.
“Pintar itu penting. Skill itu penting. Tetapi tanpa akhlak, semuanya sia-sia.”
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga oleh akhlak yang baik. Ilmu dan keterampilan akan semakin bermakna apabila disertai dengan kejujuran, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta semangat untuk terus belajar.
Sebagai penutup, seluruh siswa diajak untuk menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani dan memperbaiki diri, bukan sekadar memperingati. Melalui pembiasaan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan lahir generasi SMK Muhammadiyah 1 Tempel yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.